20 September 2006

untukmu

hidup mungkin tak berpihak padamu
ketika putaran masa mempertemukan kita

apa yang kau dapat dariku?
pastilah bibir yang selalu mengerucut
tutur yang sering melukai hati
juga acuh dengan setiap kisahmu

tapi ternyata...
masa memberimu limpahan kesabaran
hingga canda tetap kau lontarkan
meski bibirku mengerucut,
tak tampak luka di wajahmu atas tuturku yang tak manis
tidak juga kau tuntut senyum dariku
bahkan aku selalu mendapat perhatianmu

maka teman, dengan apa aku harus membalas kebaikan hatimu itu?

jakarta, 23 juli 2006
untuk para sahabat yang tak pernah mengeluh atas semua keburukanku

No comments: