30 April 2007

masih adakah sabda cinta?

kisah di negeri tanpa cinta
meski dulu penuh cinta
raja kini tak punya sabda
kalian menentukan
aku yang memastikan
demikian kata sang raja
mengawali pertemuannya dengan para punggawa
bukan saatnya sabda pandita ratu
yang kubawa dari masa dahulu
tinggal bagaimana kau meyakinkanku

yang bisa membuat aku berlaku
seperti permintaan para punggawaku

pertemuan raja dengan rakyatnya
pun tak segan raja mengaku
bahwa dirinya tanpa sabda

apa yang bisa membuatku dekat dengan punggawaku
aku akan melakukannya
meski kadang terlihat tidak adil
untuk kalian wahai rakyatku

sabdaku adalah dulu
sabdaku kini adalah sabda para punggawaku
merekalah yang menyokongku

rakyat tak kuasa
meski dalam hatinya
mereka ingin mengatakan beberapa kata-kata
untuk menempatkan raja beserta sabdanya
ke dalam harapan yang didamba

Raja...engkaulah yang terpilih untuk memimpin kami
meski engkau tlah ditetapkan sebelum kami terlahir
tapi kami yakin bahwa engkaulah yang telah terpilih
untuk memimpin kami
untuk mengayomi kami
sebagai pamong kami

Raja...
Bisakah sekali saja
engkau keluarkan sabdamu
sabda yang berasal dari hatimu
sabda dari jiwa yang terpilih

Raja...
Keluarkan Sabdamu
bahwa kau tak memikirkan punggawamu
Tapi kau memikirkan rakyatmu

Karena Rakyatmulah yang membuatmu menjadi raja

Tak ada rakyat
Tak ada raja
karena rakyat
ada raja

Raja...adakah mendengar kami?
Oh...

Raja sudah pergi dengan kereta kencananya
yang tentu dikawal para punggawanya

Suara bisik-bisik para punggawa
telah menutup harapan rakyat
Dan raja kini tanpa sabda

Sabda yang menebar cinta

menapak sempurna

menapak sempurna cita-cita
tapi tak adakah kaki yang kokoh?

yang bisa mengungkapkan bahwa ketegasan adalah keutamaan
tapi tak adakah hati yang murni?

yang bisa mengedepankan nurani
tuk tunjukkan keadilan
tapi tak adakah mata yang jernih?

yang bisa melihat perbedaan
antara kekuatan dan kelemahan
tapi tak adakah pikiran suci?

yang bisa menentramkan jiwa-jiwa pengabdi Ilahi

30 April 2007
-jelang reshuffle-

24 April 2007

jika aku kehilangan kata

jika aku kehilangan kata,
masihkah kau tatap diriku
tanpa teriakku yang biasa memekakkan telingamu

jika aku kehilangan kata
masihkah rinduku terbaca olehmu

jika aku kehilangan kata
masihkah kau anggap aku lucu!

jika tanpa kata membuat langit lebih biru
aku rela kehilangan tertelan badai
meski kabut badai membuat pedih mata

jkt, 24 april '07
kebebasan ber-ekspresi, tanpa mengenal ruang dan waktu, juga rasa