20 September 2006

selepas 2 salam isya

mengingat...
dari terbit fajar hingga isya menjelang

lisan yang jauh dari tutur lembut
senyum yang tak terulas di bibir
kecewa karena prasangka
benci karena merasa lebih mulia

tergugu...
dalam penyesalan yang selalu terlambat

sholat tanpa menghadirkan hati
tilawah yang tak seberapa
tahajud yang sering terlupa
apalah lagi puasa
Rabb, masihkah aku layak mengharap surgaMu?

bakti pada orang tua belum tertuai
sering lupa pada saudara
menimbun riya atas pujian yang bukan hak diri
menutup mata pada mereka yang meminta pertolongan
Rabb, bagaimana ku hadapi hari perhitunganMu kelak?

jakarta, 19 juli 2006

No comments: