20 September 2006

seperti rembulan

seperti rembulan...
menempuh jarak, menghitung waktu
menelusur bumi dari langit barat hingga ujung timur
maka seperti itukah kisahmu?

terbit di langit barat tampak indah,
merajut harap
hingga purnama menyempurnakan pesona
merekat bayang mimpi dalam imaji tiada henti

hingga langit timur mengikis pesonamu
mengurai rajutan asa
dan mimpi pun terpatahkan

ketika waktu mengembalikan cinta
mendamai rasa...
pada gelita langit tanpa rembulan
tanpa kisahmu

tetapi perjalanan belum terhenti
langit barat menghadirkanmu kembali
mempesona, menawan jiwa,
tapi mengoyak cinta

maka aku memilih menjadi matahari
karena matahari dan rembulan tak saling menyapa
karena masing-masing punya cinta

kisahmu mungkin tak kan berhenti
tapi tak apa...

teruslah berkisah
karena langit tak indah tanpa hadirmu
karena matahari punya cintanya sendiri

jakarta, 9 agustus 2006

No comments: