20 September 2006

ketika jarak itu semakin dekat

langkahku semakin dekat
pada liang lahat di ujung sana
gemuruh dadaku semakin keras terdengar
sedang peluhku kian bercucuran

kugenggam erat Quran di tangan kanan
sedang tangan kiri melumat kertas putih
jawaban atas pertanyaan penjaga kubur
yang telah ku hafal di luar kepala
tapi tubuhku tetap gentar melangkah

akankah aku terhindar dari siksa kubur?
cukup lapangkah nantinya liang lahat itu untukku?
berapa lamakah aku akan berada dalam kegelapan itu nantinya?
dan peluhku semakin mengucur deras

jika aku berhasil melewati semuanya
akankah aku bisa menghela nafas lega?
bagaimana ketika aku dibangkitkankan lagi?
bagaimana akan ku hadapi hari pengadilan itu?

akankah aku bisa mencegah mataku bercerita tentang pengkhianatanku?
akankah aku bisa membungkam telingaku agar tak mengungkap kata-kata kotor yang sering ku dengar?
akankah bisa ku cegah kakiku bertutur tentang tempat-tempat maksiat yang ku kunjungi?
dan...
akankah aku bisa melangkah ke surga?

aku tergugu dalam getar yang menjalari tubuh
terjatuh...
dalam jurang ketakutan
dengan seribu sesal
akankah sisa perjalanan ini memberiku cukup waktu untuk menyiapkan bekal?

Rabbana...
ampuni tumpukan dosa-dosaku, karena aku tahu Engkau Maha Pengampun atas segala dosa
bantu aku untuk selalu mengingatMu, bersyukur atas semua nikmatMu, dan beribadah hanya kepadaMu, karena Engkau-lah pemilik segala rahmat itu
karuniakanlah kelembutan, kesabaran, ketegaran, kecerdasan hati dan kekayaan jiwa, karena aku tahu Engkau Maha Tahu atas apa yang kubutuhkan
izinkan aku untuk terus bertetap diri di jalanMu, karena aku tahu Engkau-lah Pemilik Segala Cinta
perkenankanlah aku dan orang-orang yang ku cintai karenaMu menempati surgaMu yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, karena aku tahu karuniaMu Maha Luas
Rabbana...
kabulkanlah permohonanku ini karena aku tahu hanya Engkau-lah Pemilik Segala. maka jika tidak kepadaMu, kepada siapa aku akan meminta?


jakarta, 10 agustus 2006
ketika bilangan usia bertambah

No comments: