26 December 2006

yang sering berulang

kembali...
rindu itu menyeruak
tanpa permisi...
tanpa peduli keping hati terserak

tiba-tiba saja dunia menyempit
menumpahkan beban yang menghimpit
memaksa mata berkaca-kaca
menumpahkan air mata

ingin teriak ke angkasa meluapkan amarah
tapi pada siapa?
dan atas dasar apa?

selalu keadaan yang dicela
hanya karena merasa sepi sendiri...
tak bisa menatap tawa

tiba-tiba saja tarikan nafas memanjang
melepas beban yang bersarang
dan rindu itu pun pergi
meninggalkan hati yang tak mengerti

awal rabi'ul akhir 1427 H (1 mei '06)
entah mengapa...
rindu itu sering datang bersamaan dengan kumandang adzan maghrib dan pergi begitu saja ketika mata telah berkaca-kaca

No comments: